TUGAS DESKRIPSI DIRI

Muhammad Zafi Al-Muna
10013105/A

DESKRIPSI DIRI

Nama saya Muhammad Zafi Al-Muna. Saya merupakan anak kedua dari 4 bersaudara, dan dari kesemuanya laki-laki. Kakak saya, Arif Mudatsir lahir 3 tahun sebelum saya. Kedua Adik saya bernama Ahmad Farid Makruf dan Muhammad Isa Ansori, yang keduanya juga berjarak 3 tahun. Orang tua membebaskan saya dalam bergaul dan menentukan pilihan. Dalam menentukan pendidikan misalnya, meskipun latar belakang pendidikan orang tua saya yang keduanya adalah SMA, mereka malah sangat antusias mendukung pendidikan saya sampai ke perguruan tinggi.
Masa kecil saya banyak dihabiskan di pondok pesantren. Berbeda dengan anak sekarang yang bermain playstation bersama temannya, saya malah menghabiskan waktu belajar dan bermain di pondok pesantren. Dari kecil Orang tua saya merupakan orang yang sangat peduli pada pendidikan anaknya. Meskipun tinggal dikota kecil, mereka tetap menyekolahkan kami di sekolah terbaik yang ada disana. Sejak SD saya bisa dikatakan cukup berprestasi karena selalu masuk dalam rangking dikelas dan aktif di kegiatan.
Selama di pondok pesantren saya sering dipindahkan oleh pengurus pondok kepondok yang lain karena mungkin jmenurut pengurus saya tergolong santri yang bandel atau istilang orang jawa bandoleng.
Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan besar dalam hidup saya. Tepatnya ketika saya berada pondok modern Gontor Ponorogo, disana saya mendapatkan teman-teman yang hebat, tekun dan rajin dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dan pembelajaran.
Tiga tahun kemudian tepat setelah sejak pindah dari pondok modern tersebut saya meminta ijin kepada orang tua saya untuk pindah kepondok salafiyah, yang disana saya berharap bisa belajar mengenai kitab-kitab salaf yang tidak diajarkan diponpes modern tersebut, dan kemudian saya juga bisa nyambi study di SMA, dan saya sangat bersyukur bisa belajar diponpes dan juga di SMA negri terfaforit.
Di SMA saya ditempatkan di kelas X.1. Saya yang masih malas sekolah di daerah, awalnya hanya ikut-ikutan saja ikut pramuka dan kegiatan-kegiatan yang diadakan disekolah. Namun tidak disangka, justru sekolah di sana membawa berkah tersendiri bagi saya yang telah terpuruk karena kegagalan dulu. Guru-guru berpengalaman ditunjang dengan fasilitas sekolah dan lingkungan yang bersih serta pergaulan yang sehat membentuk saya menjadi siswa yang aktif dan dikenal oleh guru J. Teman-teman saya juga sangat luar biasa, mereka cerdas dan bersaing secara sehat. Berbeda ketika saya bersekolah di kota yang sibuk memikirkan acara jalan-jalan bersama teman, di SMA saya justru aktif dan menghabiskan waktu untuk di kegiatan OSIS dan Pramuka.

Dari X.1, XI IPS 1, dan XII IPS 1, saya terus mengembangkan diri saya meskipun masih kesulitan untuk menggeser kedudukan rangking teman-teman saya. Di SMA saya juga mengenal pacaran, namun tidak ingin saya bahas disini. Tibalah masa akhir sekolah.. masih ada sedikit trauma kekecewaan sewaktu lulus MTS dulu. Ada ketakutan tersendiri bagi saya. Namun, takdir berkata lain. usaha saya tidak sia-sia. Syukur alhamdulillah kepada Sang Pencipta ketika pengumuman hasil UAN, saya menjadi siswa dengan nilai tinggi disekolah. Ditambah lagi, semua bebas tes saya di terima. Saya di terima di jurusan Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Psikologi
Mahasiswa baru merupakan jabatan yang sangat menyenangkan jika disebut oleh senior, namun tidak ketika kuliah dimana sangat berbeda ketika SMA. Meskipun bebas berpakaian namun tugasnya Luar biasa banyak dan sulit kala itu. Belum lagi, mahasiswa baru merupakan incaran seluruh kegiatan dari senior, sehingga jadwal manggung saya selama MABA sangat padat dikampus. Banyak pelajaran berharga dan akhirnya membentuk saya seperti saat ini. .
Seiring berjalannya waktu, sekarang saya sudah bukan mahasiswa baru lagi. Sekarang saya mahasiswa yang berada disemester VI à senior J. Saya beruntung bergabung dengan keluarga psikologi. Saya memiliki dosen-dosen hebat dan senior serta junior yang sangat bersahabat. Alhamdulillah saya terjerumus di tempat kebaikan, yakni menjadi bagian dari Forum Studi Islam Psikologi.
“Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, namun apa yang kita butuhkan”. Saya sangat sepakat dengan kata itu. Karena saya telah melewati dan mengerti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s